agus pramono

Secara umum, fisik pria setengah baya bernama Agus Pramono, S.H.,M.H. ini masih sehat walafiat. Namun, ungkap PNS di Kantor Bea dan Cukai Jakarta Timur ini, sendi dengkulnya kerap ngilu dan mengeluarkan bunyi di saat dia berjalan kaki. Sudah berapa lama? “Sudah lebih dari setahun,” jawabnya saat ditemui 20 Maret 2017. Kendati demikian, ayah empat anak ini tidak ke dokter. Juga tidak ke tukang urut. Yang ia lakukan adalah mengonsumsi produk penambah kalsium tulang, yang mereknya amat beken di pasaran. Tapi, baginya produk itu tak membuahkan hasil. “Tak ada perubahan,” ujar warga Jalan Lidi, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, ini. Lalu? Atas saran seorang temannya, sejak sebulan sebelum wawancara ini dilakukan ketua musala di lingkungan tempat tinggalnya ini rutin mengonsumsi Kola Go tiap pagi. Hasilnya ternyata memuaskan. Bagaimana tidak. Hanya dalam sebulan dengkulnya itu tak ngilu lagi dan tak mengeluarkan bunyi lagi. “Padahal, saya baru menghabiskan Kola Go itu dua kotak,” ujarnya. Dan, dengan demikian, sekarang setiap ada waktu luang ia sudah bisa bermain sepeda kembali. Hasil lainnya? “Badan lebih bugar,” jawabnya.

Yang membuat sendi kuat adalah keserasian kerja tulang, tulang rawan, dan otot di sekitar sendi itu. Semua organ penting itu, dan terutama tulang rawan, sebagian besar terdiri atas kolagen. Sebenarnya, kolagen itu sudah ada dalam tubuh. Tapi, sejak usia 25 tahun tubuh membutuhkan asupan kolagen dari luar. Dan di usia 60 produksinya menurun hingga 35%. Ini akan mengurangi integritas struktural kulit sehingga menyebabkan kulit mengendur dan tulang rawan pada sendi melemah. Lalu apa sih fungsi kolagen itu? Inilah beberapa fakta: (1) Protein membentuk 20% massa tubuh, dan kolagen membuat sampai 30% protein tubuh manusia. (2) Ada 16 jenis kolagen, tetapi 80-90% kolagen tubuh terdiri atas 4 tipe. Tipe I fibril lebih kuat daripada baja. Kolagen ini sering ditemukan di kulit, tulang, dan jaringan ikat. Tipe 2 membentuk struktur tulang rawan. Tipe 3 membentuk struktur serat retikular. Tipe 4 membentuk basis membran basal sel. (3) Kolagen memberikan kulit kekuatan dan struktur, dan berperan dalam penggantian sel kulit mati. (4) Produksi kolagen turun seiring dengan usia, dan berkurang oleh paparan sinar ultraviolet serta faktor lingkungan lainnya. (5) Kolagen dalam produk medis dapat berasal dari manusia, sapi, babi, ikan. (6) Kolagen menarik sel kulit baru untuk situs luka. (7) Produk kosmetik berupa lotion yang mengklaim dapat meningkatkan kolagen adalah mustahil, karena molekul kolagen terlalu besar untuk diserap kulit.

Saat ini banyak produk penghilang gangguan tulang dan sendi yang ditawarkan. Namun, kebanyakan terbuat dari bahan kimia sintetis sehingga berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Sedangkan komposisi Kola Go semuanya alami. Produk sudah bisa didapatkan di apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi info@kolago.co.id