Nyeri di Dengkulnya Berkurang dan Badannya Terasa Lebih Ringan

You are currently viewing Nyeri di Dengkulnya Berkurang dan Badannya Terasa Lebih Ringan

Kesehatan lelaki 50 tahun ini terusik lantaran asam urat dan osteoporosis yang mulai mengganggunya. Entah ulah yang mana, yang jelas terjadi pembengkakan di dengkulnya. Akibatnya, pegawai pos Kecamatan Tanjung Bintang ini terpaksa gantung raket dan berhenti main bulutangkis. Tentu saja ayah dua anak ini kecewa. Dan menurutnya, penyakit itu muncul 3 tahun sebelum wawancara ini dilakukan. Maka, berobat ke dokter pun telah dilakukan lelaki bernama Karta Jaya ini. Dari sana, warga Perumahan Lematang Asri, RT 01 RW 01, Kelurahan Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, ini membawa obat, kalsium, dan suplemen untuk tulang dan sendi. “Memang bisa menghilangkan nyeri, tapi sifatnya sementara,” ungkapnya. Hal itu lalu ia ungkapkan kepada seorang temannya. Dan oleh teman itu, ia disarankan minum Kola Go. Karena tertarik, ia pun setuju. Sejak kapan? “Sebulan lalu,” jawabnya. Apa hasilnya? “Nyeri di dengkul berkurang dan badan terasa lebih ringan,” ucapnya.

Kolagen disebut juga lem tubuh. Tanpa kolagen tubuh tidak akan kenyal, lentur, dan fleksibel dalam bergerak. Tanpa kolagen pergerakan tubuh mungkin akan seperti robot. Sebagian besar tubuh terdiri atas protein, dan sebagian besar protein tubuh terdiri atas kolagen. Kolagen merupakan penyusun utama jaringan ikat pada tulang, sendi, kulit, rambut, gigi, dan kuku. Ketika manusia berumur 20 hingga 30 tahun, produksi kolagen di dalam tubuh mulai menurun. Dan ketika mereka berumur 60 tahun, produksinya menurun hingga 35%. Dengan penurunan itu, terjadilah kerusakan pada tubuh, misalnya terjadi penuaan, tulang keropos, kulit keriput, sendi nyeri, rambut menipis, serta kuku dan gigi rapuh. Itulah sebabnya manusia butuh asupan kolagen dari luar. Namun, umumnya kolagen yang beredar di Indonesia berasal dari luar negeri. Tapi, kolagen pada Kola Go diolah di pabrik sendiri di Sidoarjo, Jawa Timur, dan berasal dari tulang sapi yang diambil sarinya, yang sudah diaudit oleh LP-POM MUI kehalalannya. Tulang sapi itu diproses menjadi kolagen melalui 6 tahapan. Dan terhadap setiap tahapan dilakukan uji laboratorium supaya didapat kualitas yang tinggi. Lalu, apa fungsinya whey, serat akasia, dekstrosa, mineral alga, dan cokelat bubuk tadi? Secara detail, fungsi masing-masingnya akan diuraikan pada aartikel lain. Namun, secara umum, fungsi mereka adalah memperkuat fungsi kolagen yang ada sehingga lebih cepat diserap tubuh.

Saat ini banyak produk penghilang gangguan tulang dan sendi yang ditawarkan. Namun, kebanyakan terbuat dari bahan kimia sintetis sehingga berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Sedangkan komposisi Kola Go semuanya alami. Produk cukup dikonsumsi 1- 2 kali sehari, dan sekarang sudah bisa didapatkan di apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota Anda.