Masih Muda Kok Kena Osteoporosis?

Masih muda terkena penyakit osteoporosis? Bukankah osteoporosis itu penyakit yang berhubungan dengan kesehatan tulang dan identik dengan orang lanjut usia? Benar. Tapi, faktor kebiasaan orang muda yang malas berolahraga dan sering beraktivitas dalam posisi statis mempercepat proses terjadinya kerapuhan tulang. Mereka inilah yang berpotensi tinggi terkena osteoporosis. Terlebih lagi apabila mereka kurang mengonsumsi makanan berkalsium. Begitu juga dengan kebiasaan merokok. Untuk itu, perlu dilakukan edukasi kepada guru dan orangtua bahwa bergerak, berolahraga, dan bermain yang menggunakan aktivitas fisik itu sangat diperlukan bagi setiap anak, selain gizi yang cukup. Untuk hal ini, olahraga yang disarankan adalah olahraga beban, seperti seperti berjalan dan menaiki tangga. Sedangkan berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.

Di samping itu, menambah asupan kolagen ke dalam tubuh juga dapat membantu tubuh dalam mencegah serangan osteoporosis, baik di usia muda maupun tua. Mengapa harus kolagen? Karena kolagen adalah protein utama dalam kulit, tulang, tendon, tulang rawan, dan jaringan ikat. Karena kolagenlah tubuh dapat tersambung dan terikat satu sama lain sehingga kuat, elastis, dan terstruktur. Kolagen juga membantu penggantian dan pemulihan sel-sel kulit mati, membentuk jaringan fibrosa agar sel-sel baru dapat tumbuh, hingga melindungi organ-organ dalam tubuh. Sayangnya, produksi kolagen alami dalam tubuh akan menurun seiring dengan
bertambahnya usia. Jika sudah seperti itu, kulit jadi kendur, garis-garis dan kerutan bermunculan di wajah, dan tulang rawan pada sendi menipis. Menurut sebuah penelitian Food and Drug Administration, kolagen memiliki peran dalam proses regenerasi tulang rawan yang mengandung 70% kolagen jaringan ikat.

Banyak produk berbasiskan kolagen yang ditawarkan di pasaran. Namun, sekitar 80% di antaranya berasal dari luar negeri. Tentu kehalalannya diragukan. Berbeda dengan Kola Go. Ini adalah minuman serbuk yang mengandung kolagen halal dalam jumlah cukup besar. Selain kolagen, Kola Go mengandung whey, serbuk cokelat, mineral alga, fiber, dan dextrose. Meski manfaat lainnya masih bisa didapat, dengan komposisi seperti itu manfaatnya lebih difokuskan kepada pemeliharaan tulang dan sendi. Untuk diketahui, kekuatan tulang dan sendi bergantung kepada keserasian ikatan antara tulang, sendi di sekitarnya, tulang rawan penyangganya, dan otot yang mengikatnya. Bila kepaduan ini terganggu, muncul berbagai jenis penyakit rematik seperti osteoporosis, nyeri sendi, dan nyeri otot. Jika penyakit-penyakit ini merongrong, aktivitas sehari-hari tak lagi bisa dijalankan dengan lancar.

Banyak pula produk penghilang gangguan tulang dan sendi yang ditawarkan. Namun, kebanyakan terbuat dari bahan kimia sintetis sehingga berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Sedangkan komposisi Kola Go
semuanya alami. Dan produk ini kini sudah bisa didapatkan di apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota Anda. Klik Selengkapnya

Close Menu