Kini Ia Sudah Bisa Menggenggam dan Tidur Lebih Nyenyak

“Sudah setahun lamanya pinggang saya sakit, sendi jemari meradang dan sering
mengalami kesemutan,” ujar Nyonya Sri Sulistioharni saat ditemui 14 Maret 2017.
Akibat jemarinya yang tak bugar itu, ia tak bisa menggenggam dengan erat. Selain
itu, ibu lima anak ini menderita diabetes sehingga persendian kakinya sering kebas-
kebas. Bahkan, akibat diabetes itu, telah terjadi peradangan pada bekas tahi lalat di
wajahnya sehingga area itu sering basah. Awalnya, pegawai tata usaha di SMA
Dharma Bhakti 2 Kota Jambi ini berobat ke dokter. Namun, karena obat tak cocok
baginya, nenek dua cucu ini menghentikannya. Lalu, di awal Maret 2017, adiknya
menganjurkannya mengonsumsi Kola Go. Karena tertarik, wanita yang aktif di
majelis taklim ini pun meminum produk berbasiskan kolagen alami itu, dua kali
sehari. Ternyata, hasilnya memuaskan. “Sekarang badan lebih ringan, tidur lebih
nyenyak, pinggang tidak sakit lagi. Ngilu di jemari sudah berkurang sehingga sudah
bisa dipakai untuk menggenggam,” ungkap penduduk Lorong Widuri 1, RT 01, Jalan
Kapten Dirham, Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, ini. “Selain
itu, bekas tahi lalat yang meradang tadi sekarang sudah mengering,” lanjutnya.

Kolagen adalah lem tubuh. Tanpa kolagen tubuh takkan lentur dan fleksibel dalam
bergerak. Sebagian besar tubuh terdiri atas protein, dan sebagian besar protein
terdiri atas kolagen. Kolagen merupakan penyusun utama jaringan ikat pada tulang,
sendi, kulit, rambut, gigi, dan kuku. Ketika manusia berumur 25 tahun, produksi
kolagen dalam tubuh mulai menurun. Dan ketika berumur 60 tahun, turun hingga
35%. Dengan penurunan, terjadi kerusakan pada organ tubuh. Itulah sebabnya
manusia butuh asupan kolagen dari luar. Dengan ditambah whey, serat akasia,
dekstrosa, mineral alga, dan cokelat bubuk, fungsi kolagen dalam Kola Go makin
efektif. Whey merupakan protein globular yang terbuat dari keju susu sapi, untuk
mengisi jaringan otot dan membesarkannya sehingga kuat dan kekar. Serat akasia
untuk menyerap kotoran sisa metabolisme dan membuangnya melalui feses.
Dekstrosa adalah gula sederhana yang terbuat dari pati singkong, yang mempunyai
tingkat kemanisan rendah, sehingga tidak berbahaya bagi penderita diabetes jika
dikonsumsi. Gula ini mudah dicerna dan berfungsi sebagai penambah energi.
Mineral alga mudah diserap oleh tubuh dan terbuat dari ekstrak ganggang laut.
Fungsinya untuk mengisi matriks tulang yang keropos serta menormalkan sistem
osmotik dan transfer energi pada proses biokimia tubuh, terutama transfer ATP sel.
Sedangkan bubuk cokelat sebagai antioksidan dan sumber lemak tak jenuh, dengan
fungsi sebagai penangkal radikal bebas penyebab proses penuaan sel.

Saat ini banyak produk penghilang gangguan tulang dan sendi yang ditawarkan.
Namun, kebanyakan terbuat dari bahan kimia sintetis sehingga berbahaya bagi
kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Sedangkan komposisi Kola Go
semuanya alami. Begitu juga dengan Kola Plus. Apa itu Kola Plus? Ini adalah
produk berbasiskan kolagen murni khusus untuk memuluskan dan mengancangkan
kulit serta memperkuat rambut. Produk-produk cukup dikonsumsi 1- 2 kali sehari,
dan sekarang sudah bisa didapatkan di apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota
Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *