Kenali Gejala Osteoporosis Sebelum Parah

Salah satu penyakit yang jadi momok, terutama bagi perempuan paruh baya, adalah osteoporosis. Padahal, yang diserangnya bukan hanya perempuan paruh baya, melainkan juga lelaki dan wanita muda. Oleh sebab itu, setiap orang perlu waspada terhadap gejalanya. Apa saja gejalanya? Gejalanya adalah kepadatan tulang berkurang secara perlahan. Karena itu, di awal ia tidak memperlihatkan gejala. Tapi, jika berkurangnya kepadatan itu sudah menuju stadium lanjut, tulang jadi kolaps atau hancur. Timbullah nyeri dan kelainan bentuk. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Bahkan, tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan. Cedera ringan terkadang juga bisa menjadi penyebabnya. Biasanya timbul nyeri secara tiba-tiba, yang dirasakan di daerah tertentu di punggung. Nyerinya itu akan bertambah jika penderitanya berdiri atau berjalan. Jika disentuh, di daerah tersebut terasa sakit, tetapi rasa sakit itu akan hilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, terbentuk kelengkungan yang abnormal, yang menyebabkan ketegangan otot. Ini menimbulkan rasa sakit. Tulang lainnya pun bisa juga patah, yang sering disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Dan salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang punggung. Selain itu, yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan, yang disebut fraktur colles.

Setelah kita mengetahui gejalanya, sebaiknya kita tahu cara mencegah dan mengatasinya. Dengan apa? Tentu dengan mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang. Misalnya dengan mengonsumsi kalsium yang cukup, melakukan olahraga beban, dan mengonsumsi obat (untuk orang tertentu). Mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup memang sangat efektif. Namun, juga ada cara lain yang sama efektifnya. Yaitu mengonsumsi kolagen. Kenapa kolagen? Karena kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya mencapai 30% dari seluruh protein tubuh sehingga ia disebut juga lem tubuh. Yang membuat tubuh ini lentur, kenyal, dan fleksibel adalah kolagen. Ia adalah struktur organik pembangun tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit. Seratnya memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan. Sebenarnya, kolagen sudah ada dengan sendirinya di dalam tubuh. Sayangnya, produksinya berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Dan itu dimulai sejak usia 25 tahun. Sehingga, sangat penting tubuh memperbanyak asupan makanan yang mengandung kadar kolagen tinggi.

Banyak produk berbasiskan kolagen yang ditawarkan di pasaran. Namun, sekitar 80% di antaranya berasal dari luar negeri. Berbeda dengan Kola Go. Ini adalah minuman serbuk produksi dalam negeri yang mengandung kolagen halal. Selain kolagen, Kola Go mengandung whey, serbuk cokelat, mineral alga, fiber, dan dextrose. Meski manfaat lainnya masih bisa didapat, dengan komposisi seperti itu manfaatnya lebih difokuskan kepada pemeliharaan tulang, otot, dan sendi. Banyak pula produk penghilang gangguan tulang dan sendi yang ditawarkan. Namun, kebanyakan terbuat dari bahan kimia sintetis sehingga berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Sedangkan komposisi Kola Go semuanya alami. Dan produk ini kini sudah bisa didapatkan di apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota Anda. Klik Selengkapnya